Sebetulnya saya bingung untuk bercerita. Bagaimana tidak? Acara sedemikian banyak, juga berpindah-pindah tempat, bisa jadi ceritanya sangat panjang. Singkatnya, kami sekeluarga mudik siang hari pas pada hari Lebaran yang baru lalu. Maklum, jaraknya hanya sekitar 100km saja. Jadi tidak butuh banyak persiapan.
Sengaja saya tidak menggunakan kata pulang kampung, karena mudik saya ke Semarang, di tengah-tengah kota lagi, tepatnya di sebelah barat Pasar Bulu Semarang. Kalau pakne Diki memang asalnya dari kampung, jadi, saya pulang kota, pakne Diki pulang kampung, hehe. Untuk menyingkat cerita, ada baiknya saya lampirkan fotonya saja.
Sengaja saya tidak menggunakan kata pulang kampung, karena mudik saya ke Semarang, di tengah-tengah kota lagi, tepatnya di sebelah barat Pasar Bulu Semarang. Kalau pakne Diki memang asalnya dari kampung, jadi, saya pulang kota, pakne Diki pulang kampung, hehe. Untuk menyingkat cerita, ada baiknya saya lampirkan fotonya saja.












Kami kembali lagi ke Solo tanggal 8 Oktober 2008 karena anak-anak sudah harus masuk sekolah pada 9 Oktober 2009. Sedangkan pakne Diki, karena masih mengemban tugas dari mbah Chab, ibunda beliau, terpaksa selisih 2 kari baru bisa kembali ke Solo. Sekarang semua aktivitas sudah kembali seperti sediakala.
14 komentar:
wah, seneng banget liat foto2nya..
mohon maaf lahir batin untuk bu Noor, pak Andy dan keluarga..
maaf juga baru on lagi blogwalking nih, bu..
selamat kembali ke rutinitas ya :)
wew. kayaknya dah pantes deh jadi jurnalis photo. untuk nglaporin perjalanan para mudikers...hehehe
Fotonya bagus bagus bu...mengingatkan saya waktu anak anak masih kecil..lha kalo sekarang mau fota fota...adanya cuma berdua bapak...selamat,semoga kegembiraan mudik membawa manfaat..
wah, diam2 bu noor berbakat juga menjadi seorang fotograper. gambarnya bagus2. pengambilan enle-nya juga (nyaris) sempurna. btw, ramai sekali tuh bu lebarannya. bisa kumpul sama anak2 sambil wisata ke bandungan.
@ibu Lita, sama-sama bu, makasih ya, saya juga sibuk banget kembali ke rutinitas, sampai-sampai nggak sempat ngeblog.
@Gus, pujian mas Gus bikin besar kepala, hahaha.
@ibu Dyah, Terimaksih bu, lha itu dia, mumpung anak-anak masih belum besar ya saya ajak bergembira. Nanti kalau sudah besar biar diingat selalu menjadi kenangan manis.
@pak Sawali, waduh, pujian lagi sundul langit. Itu pengambilan gambarnya cuma pakai hape, yang ngambil juga gantian, saya, Diki, dan Nanin. hehehe
asyik juga tuh ceritanya..... eh orang limbangan to ????
wah ... foto2nya cantik2 bu .... ngiler lihat foto yang berdiri di bawah durian , jadi inget temen uni dulu punya kebon durian
walahhh... mudik apa piknik bu?
wah, ba'do tenan kuwi judule bu...
seruuu !
http://www.asephd.co.cc
Cerita dan fotonya sangat menarik...serasa ikutan mudiknya.
Pak Andy kan dari Kotamadya Boja, kok dibilang kampung?
wa...........h ramenya keluarga bu noer, aku ikut ruame dech he..he..
Mencoba CommentLuv dari Andy Bailey
Posting Komentar